Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan

Mengenal Kelinci Hyla

Berbicara mengenai jenis kelinci Hyla, mungkin bagi sobat Tabos Rabbit masih ingat jika saya pernah beberapa kali menyinggung mengenai ras kelinci pedaging super ini, khususnya dalam postingan yang membahas tentang beternak kelinci pedaging. Sejak postingan itu dibuat, banyak sekali para penghobi dan penggiat kelinci yang menanyakan lebih detail mengenai ras kelinci Hyla ini. Namun karena keterbatasan waktu dan kesibukan, akhirnya baru sekarang saya sempat untuk memberi sedikit ulasan.

markas eurolap di Perancis

Sebenarnya tidak banyak juga yang dapat saya jelaskan mengenai kelinci Hyla ini. Kelinci ini diciptakan (dikembangkan) melalui kerjasama antara pemerintah Cina yang diwakili oleh Qingdau Kangda Food ltd. dengan Eurolap yang berada di Perancis. Tujuannya adalah untuk mendapatkan bibit kelinci pedaging yang dapat dikatakan super atau memiliki seluruh kriteria terbaik / unggul. Tidak terlalu banyak catatan yang menjelaskan kelinci ini didapatkan dari persilangan jenis kelinci apa saja. Pun ketika saya bertanya kepada Prof. Qin Ying He (perwakilan dari Kangda), beliau tidak menjelaskan secara rinci (saya rasa ini adalah rahasia perusahaan).

Yang jelas Hyla adalah jenis kelinci pedaging hibrida yang bisa dikatakan terbaik di dunia (setidaknya hingga saat ini). Kelinci ini didominasi 3 pola warna, yaitu putih, putih dengan pola seperti kelinci Himalayan atau kelinci Californian, dan abu-abu kuning (sandy) atau 'dawuk' (istilah jawa timuran). Berdasarkan pola warna tersebut, saya menebak jika kelinci Hyla merupakan persilangan dari jenis kelinci New Zealand White, kelinci Californian, dan beberapa tipe kelinci raksasa seperti kelinci Flemish Giant - kelinci Giant Continental, dll.

Karakteristik Kelinci Hyla

Indukan kelinci Hyla

Kelinci Hyla dapat dikatakan sempurna untuk jenis kelinci pedaging. Memiliki bentuk tubuh yang panjang dengan bokong yang membulat penuh, ukuran tulang medium, dan beberapa keistimewaan lain seperti:
  • Bobot indukan (jantan dan betina) antara 6,5 kg - 7 kg
  • Jumlah kelahiran anak hidup rata-rata antara 9 - 10 ekor /kelahiran
  • Tingkat kematian yang sangat rendah, dimana 95% dari anak yang dilahirkan akan tumbuh dengan baik hingga usia panen
  • Cukup tahan dengan berbagai penyakit
  • Pertumbuhan anak yang luar biasa cepat, rata-rata bobot 950 gr (usia 35 hari), 2,5 kg (usia 70 hari), dan 2,8 kg (usia 80 hari)

Galur Ras Kelinci Hyla

Bagi anda yang berminat untuk membeli dan mengembangkan kelinci Hyla, maka Qingdao Kangda akan menyediakan mulai dari Grandparent (kakek-nenek) stok. Dimana terdiri dari 4 galur murni yang diberikan kode galur A (jantan), galur B (betina), galur C (jantan), dan galur D (betina). Untuk cara mengawinkannya:
  • Anda harus menyilangkan galur A dengan galur B. Anakan jantan yang dihasilkan harus disimpan sebagai Parent stok (bakalan induk pejantan AB). Sedangkan anakan betina dapat dijadikan final stok (produk akhir) dan dijual sebagai pedaging.
  • Selanjutnya galur C dikawinkan dengan galur D. Anakan betina yang dihasilkan harus disimpan sebagai Parent stok (bakalan induk betina CD). Sedangkan anakan jantannya dapat dijadikan  final stok dan dijual sebagai pedaging.
  • Yang terakhir tentunya anda akan mengawinkan pejantan AB dengan betina CD, dimana semua anakan yang dihasilkan adalah final stok (produk akhir) dan dijual sebagai pedaging.
Semoga penjelasan saya mengenai ras kelinci pedaging Hyla Hibrid ini cukup memberikan informasi kepada sobat Tabos Rabbit semua.Terakhir sebagai tambahan informasi, kementrian BUMN kita (dibawah bapak Dahlan Iskan) sudah memasukan ras kelinci ini ke Indonesia. Silahkan rekan-rekan peternak bertanya lebih lanjut ke jajaran Dinas Pertanian dan Peternakan di wilayah masing-masing jika ingin dilibatkan dalam proyek pengembangan kelinci pedaging ini.

Prospek Beternak Kelinci Pedaging

Prospek Beternak Kelinci Pedaging - Memang belum banyak peternak kelinci yang berani untuk menjadi peternak khusus kelinci pedaging. Apalagi para peternak-peternak yang berada di daerah-daerah sentra perkelincian.

Selama ini beternak kelinci hias atau kelinci silangan hias masih dianggap yang paling menguntungkan. Hal tersebut memang tidak salah, walaupun juga tidak bisa dikatakan 100% benar. Sebenarnya beternak kelinci pedaging juga bisa menjadi sangat menguntungkan jika dilakukan dengan pola dan sistem yang benar. Apalagi penjualan kelinci pedaging tidak mengenal musim, sehingga keuntungan bisa lebih stabil sepanjang tahun.

ternak kelinci pedaging

Jika dimulai dengan benar dan dikelola dengan baik, keuntungan beternak kelinci pedaging minimal lebih besar 2 kali lipat daripada beternak kelinci silangan hias. Jika beternak kelinci silangan hias memberikan keuntungan 2,5jt /bulan, maka beternak kelinci pedaging bisa memberikan keuntungan antara 5jt - 6jt/bulan.

Dan berdasarkan pengalaman, biasanya pada musim penghujan para peternak kelinci silangan hias rata-rata mengalami kerugian bahkan hingga mengalami kebangkrutan (khususnya para peternak pemula). Hal ini karena pada saat musim penghujan anakan kelinci susah untuk dijual. Dan apabila dibesarkan untuk dijadikan pedaging, maka margin keuntungannya sangat rendah. Karena untuk mencapai bobot standar potong memerlukan waktu lebih lama, jadi boros di pakan dan waktu. Belum lagi tingkat kematian yang tinggi.



Jadi berdasarkan paparan diatas, bisa dikatakan jika beternak kelinci pedaging memiliki prospek yang cukup menggiurkan. Apalagi sampai saat ini permintaan stok daging kelinci di pasaran masih belum terpenuhi. Dan permintaan akan daging kelinci ini saya rasa akan terus meningkat, ini karena masyarakat sudah mulai paham jika daging kelinci sangat berkualitas dan sehat karena rendah lemak dan kolesterol.

Disamping itu, produk olahan daging kelinci sudah mulai bermuculan. Jika dulu kita hanya menemukan penjual sate dan gulai kelinci, maka saat ini sudah ada nugget, sosis, bakso, abon, dan burger yang berbahan daging kelinci.

Berbagai Olahan Daging Kelinci

olahan daging kelinci
prospek kelinci pedaging
prospek beternak kelinci pedaging
prospek peternakan kelinci pedaging

Yang Diperlukan Untuk Beternak Kelinci Pedaging

1. Bibit

Bibit adalah kunci paling penting yang menentukan berhasil atau tidaknya usaha peternakan kelinci pedaging. Dalam menentukan bibit untuk kelinci pedaging memang tidak boleh sembarangan, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Syarat-syarat bibit kelinci pedaging yang baik adalah:
  • Mempunyai bobot dewasa minimal 4,5 kg (induk)
  • Mempunyai tipe tubuh komersil (pinggul membulat dan penuh)
  • Mempunyai minimal 6 puting susu yang tumbuh secara normal
  • Menghasilkan banyak anak sekali kelahiran
  • Mampu merawat anaknya minimal 5 ekor hingga lepas sapih (idealnya 7 ekor)
  • Untuk pejantan bobot minimal 5kg

Sampai saat ini jenis kelinci yang paling banyak digunakan sebagai kelinci pedaging adalah jenis New Zealand White (bobot dewasa 5,4 kg). Jenis kelinci ini sudah lama masuk di Indonesia, walaupun agak susah untuk mendapatkan yang masih murni.

Ada lagi jenis kelinci lain yang juga terkenal sebagai kelinci pedaging yaitu jenis Californian (bobot dewasa 4,7 kg) dan breed baru dari Cina yang mempunyai kualitas luar biasa sebagai kelinci pedaging yaitu kelinci Hyla (bobot dewasa 7 kg).

Jika anda merasa kesulitan dalam mencari bibit kelinci pedaging, mulai saja dengan kelinci-kelinci silangan yang banyak beredar di pasaran. Untuk daerah Jawa Timur, kelinci-kelinci silangan ini umum disebut dengan kelinci Australi. Sedangkan untuk daerah Jawa Tengah dan sebagian Jawa Barat, kelinci-kelinci silangan ini disebut dengan kelinci Bligon.


Karena yang dikejar adalah bobot, maka untuk kelinci pedaging sebaiknya menggunakan perbandingan ukuran kandang yang lebih kecil daripada kelinci hias. Ini adalah salah satu faktor untuk mempercepat laju pertumbuhan bobot anak kelinci.

Untuk kelinci pedaging, panen dilakukan maksimal saat kelinci berusia 3,5 bln (sudah mempunyai bobot 2,4 kg). Jika hingga usia 3,5bln anak kelinci belum mencapai bobot tersebut, maka margin keuntungannya akan semakin kecil (indikasi kegagalan). Standar usia panen kelinci pedaging adalah 3 bln. 

3. Pakan

Walaupun pakan kelinci pada hakikatnya sama, namun pada kelinci pedaging kita tidak perlu memperhatikan keindahan bulu. Yang dikejar adalah pertumbuhan bobot. Dan untuk mempercepat pertumbuhan anak-anak kelinci yang akan dijadikan produk akhir, ada baiknya untuk menambahkan protein hewani ke dalam pakannya.


Pola pemeliharaan ini termasuk juga pola perkawinan dan pencatatan. Ini juga sangat penting! Kita tentu ingin usaha yang kita rintis dapat berjalan dengan stabil (berkembang) dan dalam jangka waktu lama (selamanya).

Pola perkawinan perlu diatur dengan baik agar produksi bisa stabil setiap minggu atau setiap bulan. Sedangkan pencatatan yang baik akan menjamin ketersediaan bibit unggul yang kita hasilkan sendiri dari kandang yang kita punya. Ini juga dapat menghindari terjadi inbreed yang biasanya akan menghasilkan kelinci-kelinci dengan kualitas yang kurang baik.

Setidaknya 4 hal di atas tadi yang perlu diperhatikan jika ingin memulai usaha beternak kelinci pedaging yang benar-benar dapat menguntungkan. Sekali lagi, beternak kelinci pedaging sangatlah memiliki prospek menjanjikan, asal dimulai dengan benar dan dikelola dengan baik!


Membuat Pupuk Organik Dari Kotoran Kelinci

Beternak kelinci itu banyak manfaat atau keuntungannya. Selain mendapatkan uang dari menjual kelinci itu sendiri, anda juga dapat meghasilkan uang tambahan dari hasil sampingannya, yaitu limbah kotoran kelinci.

Limbah kelinci yang berupa kotoran dan urine (air kencing) sangat baik untuk digunakan sebagai pupuk organik, terutama bagi sayuran, tanaman buah, dan bunga. Secara sederhana anda dapat membuat sendiri pupuk organik dari kotoran kelinci tersebut.

cara membuat pupuk dari kotoran kelinci

Cara Membuat Pupuk Dari Kencing Kelinci

Pupuk Cair
  • Siapkan 25 liter urine, 25 ml EM-4, dan 25 ml molase.
  • Kemudian semua bahan-bahan tadi dicampur dan dimasukan kedalam wadah yang tertutup rapat selama satu minggu.
  • Setelah satu minggu pupuk organik cair sudah siap untuk digunakan.
  • Cara pakainya adalah 1 liter pupuk dicampur dengan 10 liter air sebelum disiram ke tanaman.



Cara Membuat Pupuk Dari Kotoran Kelinci

Pupuk Padat
  • Campurkan kotoran kelinci, bahan organik (daun-daunan atau rumput-rumputan kering), dan dedak/arang/tepung ikan (Bahan 1).
  • Perbandingan ketiga bahan tadi adalah 60% : 30% : 10%.
  • Siapkan larutan (Bahan 2) dengan mencampur 1 liter EM-4, 1 liter molase, dan 60 liter air tanah.
  • Selanjutnya bahan 1 tadi disiram dengan bahan 2 dan diaduk-aduk hingga rata (kadar air dari adonan cukup 30% -40% saja).
  • Tutup adonan tadi dengan plastik selama satu minggu.
  • Setelah satu minggu maka pupuk sudah siap digunakan.

Untuk diketahui, bahwa pupuk cair maupun padat hasil dari olahan kotoran kelinci termasuk salah satu jenis pupuk yang berkualitas. Harga untuk sebotol pupuk cair ukuran 1 liter adalah sekitar Rp.7000,- hingga Rp.10.000,-. Dan untuk pupuk padatnya sekitar Rp.7000,-/sak.

Lumayan bukan?

Bahkan menurut saya pribadi ini lebih dari lumayan, karena pendapatan dari hasil sampingan ini tidak terlalu jauh dari pendapatan utama yaitu si kelinci itu sendiri.

Bagaimana? Sudah mulai tertarik untuk beternak kelinci? Jika iya, dapatkan panduannya secara gratis DISINI >>


Peluang Usaha Dengan Beternak Kelinci

Mungkin dulu banyak orang yang tidak mengira jika binatang yang satu ini bisa menjadi sangat populer seperti belakangan ini. Lima belas tahun yang lalu – di tempat saya tinggal – binatang ini seperti tidak ada harganya sama sekali. Saya bahkan dapat memiliki sepasang anak kelinci secara gratis.

peluang usaha dengan beternak kelinci

Memang dulu banyak peternak yang hanya memelihara kelinci sebagai pendamping dari ternak utama mereka, seperti sapi atau kambing. Tapi cerita itu sudah tidak berlaku lagi saat ini. Kelinci telah berubah menjadi komoditas mahal.

Hal ini terjadi setelah kelinci-kelinci ras dari luar negeri banyak yang masuk ke Indonesia. Kelinci-kelinci ras ini mempunyai bulu, warna, bentuk tubuh, bentuk kepala, bobot, dan bentuk telinga yang beraneka ragam. Inilah yang membuat peluang bisnis kelinci semakin meningkat, khususnya dalam 5 tahun terakhir ini.



Di tempat saya tinggal, yaitu di Batu – Malang, banyak sekali terdapat peternakan kelinci, baik itu yang berskala kecil... menengah... hingga besar. Dan dari semua peternak yang ada disana, tak satupun dari mereka yang kesulitan untuk menjual kelinci-kelincinya. Sebanyak apapun kelinci yang ingin mereka jual, pasti akan ada pihak yang siap untuk membelinya. Bahkan para pembeli (tengkulak) malah terkesan berebutan.

Menarik bukan?

Sebenarnya hal tersebut wajar saja, karena hingga saat inipun seluruh peternak yang ada di Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan pasar. Terbayang kan potensi yang dimiliki binatang ini?

Apalagi jika kita mengelolanya secara profesional, kita dapat memperkirakan keuntungan yang akan kita peroleh. Berikut adalah hitungan sederhana apabila anda tertarik untuk beternak kelinci (berdasarkan kebiasaan di tempat saya di Batu – Malang).

Perhitungan Sederhana Untuk Beternak Kelinci

#Modal Awal

1. Pembelian bibit :
  • Pejantan 5 ekor x @Rp.250.000,- = Rp. 1.250.000,-
  • Betina 40ekor x @Rp.250.000,- = Rp.10.000.000,-
2. Biaya pembuatan kandang = Rp. 4.000.000,-
3. Biaya pakan :
  • Pap 20kg x @Rp.5.000,- x 12 bln = Rp. 1.200.000,-
  • Polar 60kg x @Rp.2.700,- x 12 bln = Rp. 1.944.000,-
  • Hijauan 15 karung x @5.000,- x 12 bln = Rp. 900.000,-
4. Keperluan kandang ( tempat makan dan minum ) = Rp. 675.000,-
5. Vitamin = Rp. 500.000,-
6. Lain2 = Rp. 500.000,-
--------------------- +
Rp. 20.969.000,-

Kelinci dapat diprogram melahirkan 4 – 8 kali dalam setahun, dan dalam sekali melahirkan bisa menghasilkan jumlah anak antara 4 – 12 ekor (rata-rata 8 ekor). Taruhlah anda mengambil angka tengah-tengah dimana seekor induk melahirkan 6 kali/tahun dengan jumlah anak 6 ekor/kelahiran. Maka hitungannya sebagai berikut :

#Penghasilan dan Keuntungan

40 induk x 6 kali melahirkan x 6 ekor anak = 1.440 ekor. Jika anda menjual anak-anak kelinci tersebut pada saat umur 1,5 bln dengan harga Rp. 25.000,- (harga terendah) dalam setahun anda akan memperoleh penghasilan sebesar :

1.440 ekor x Rp. 25.000,- = Rp. 36.000.000,-


Maka keuntungan anda dalam tahun pertama adalah :

Rp. 36.000.000,- ( penghasilan )
Rp. 20.969.000,- ( modal awal )
-------------------------------------- -
Rp. 15.031.000,- ( keuntungan )

Untuk tahun berikutnya anda tinggal menghilangkan biaya pembelian bibit dan pembuatan kandang dalam menghitung keuntungan, yaitu :

Rp. 36.000.000,- ( penghasilan )
Rp. 5.719.000,- ( modal )
-------------------------------------- -
Rp. 30.281.000,- ( keuntungan )


*Catatan :
  • Hasil hitungan diatas adalah jika anda menjual anakan kelinci umur 1,5 bulan dengan harga Rp. 25.000,- ( harga terendah ).
  • Saya sendiri secara pribadi di peternakan saya menjual anakan kelinci umur 2 bulan antara Rp. 35.000,- hingga Rp. 150.000,- ( tergantung jenis dan kualitas kelincinya ).
Penting untuk dipahami bahwa simulasi yang ada diatas adalah hanya perhitungan sederhana. Bagi anda yang tertarik untuk beternak kelinci, anda dapat menyesuaikan angka-angka tersebut dengan kondisi sebenarnya sesuai dengan yang ada di daerah anda.


Penyakit

More »

Pemeliharaan

More »