Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Pulau Surga Untuk Kelinci

Bagi para Rabbit Lover sepertinya wajib untuk tahu informasi yang berikut ini. Jika di Australia kelinci-kelinci liarnya dianggap sebagai hama yang sangat mengganggu, maka cerita yang bertolak belakang akan didapatkan di sebuah pulau di Jepang.

Pulau ini adalah surganya para kelinci, dimana kelinci dapat berlarian secara bebas dan bermain bersama para penduduk dan pengunjung pulau tersebut.

surga para kelinci

Pulau yang terletak dekat dengan Hiroshima ini aslinya bernama Okunoshima, namun saat ini pulau tersebut lebih terkenal dengan sebutan Usagishima yang berarti "Pulau Kelinci". Pulau tersebut memang dihuni oleh ribuan kelinci yang hidup secara liar, namun sangat akrab dengan para manusia. Mereka berlarian secara bebas dan akan sangat senang untuk bermain dengan anda, apalagi jika anda membawa makanan untuk mereka.



Sebenarnya ada cerita suram dibalik pulau ini sebelum berubah seperti sekarang. Dulunya pulau Okunoshima digunakan oleh angkatan bersenjata Jepang sebagai tempat penelitian dan pengembangan senjata kimia, yaitu pada tahun 1928.

Mereka menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan untuk pengembangan senjata biologis tersebut. Setelah Jepang menyerah pada Sekutu, semua dokumen yang terkait dengan keberadaan pabrik senjata biologi dihancurkan, kelinci-kelinci dilepaskan, dan para penduduk sekitar diharuskan untuk menutup rapat-rapat mulut mereka.

surga kelinci

Setelah puluhan tahun, pulau Okunoshima akhirnya dibuka kembali untuk umum pada tahun 1988. Hal itu ditandai dengan peresmian musium yang diberi nama Poison Gas Museum.

Daya tarik dari pulau yang kemudian lebih akrab disebut Pulau Kelinci (Usagishima) tersebut tidak lain adalah keberadaan ribuan ekor kelinci yang menghuni pulau tersebut. Kelinci-kelinci yang hidup dan berkembang di pulau Okunoshima sama sekali tidak takut dengan manusia, mereka malah akan mendatangi siapa saja yang berada di dekat mereka.

pulau surga untuk kelinci

Objek menarik lain dari pulau ini adalah Poison Gas Museum, pabrik tua yang masih kokoh berdiri, dan pantainya yang mempunyai pasir putih dengan air yang jernih. Jika para Rabbit Lover sedang berjalan-jalan ke Jepang, sepertinya kurang afdol jika tidak berkunjung ke pulau yang merupakan surganya kelinci ini.


Kandang Kelinci Hias: Ide-Ide Yang Dapat Anda Tiru

Dalam posting terdahulu mengenai kandang kelinci, saya lebih banyak membahas tentang model kandang baterai bertingkat. Model kandang seperti itu memang umum digunakan oleh para para penghobi atau peternak kelinci di Indonesia karena tingkat ke-praktisannya. Yaitu gampang dibersihkan dan dapat menghemat luas lahan.

Nah, kali ini saya ingin memberikan sedikit pandangan berbeda tentang model-model kandang kelinci bagi penghobi kelinci murni yang hanya memelihara kelinci hias.



Seperti yang telah saya jelaskan pada banyak postingan di blog ini, kelinci adalah hewan yang senang bermain. Semakin luas kandangnya maka akan semakin baik untuk kelinci. Kelinci akan menjadi lebih sehat dan terhindar dari stress, sehingga menjadi lebih tahan dari berbagai penyakit yang mungkin menyerang kelinci.

Bagi anda yang hanya memiliki 2 atau 3 ekor kelinci dan mempunyai lahan yang cukup, beberapa model kandang kelinci hias ini layak untuk dijadikan referensi.

Model-Model Kandang Kelinci Hias Bagi Penghobi

kandang kelinci hias outdoor
Tampak belakang

contoh kandang kelinci outdoor
Tampak depan

model kandang kelinci hias

kandang kelinci yang baik

model kandang kelinci hias

Beberapa contoh kandang kelinci hias diatas terdiri dari 2 bagian. Bagian yang pertama adalah rumah-rumahan, yang berfungsi sebagai liang untuk tempat kelinci tidur atau berteduh dari cuaca buruk. Sedangkan bagian yang kedua adalah untuk kelinci bermain dan makan.

Jadi, selamat berkreasi untuk membuat kadang kelinci hias sesuai selera anda! Semoga bermanfaat!


Kelinci Terbesar Di Dunia 2012

Kelinci Terbesar Di Dunia 2012 - Annete Edwards mungkin salah satu penghobi kelinci yang selalu berbahagia. Hobinya dalam memelihara "kelinci-kelinci raksasa" telah membuat namanya selalu masuk dalam daftar pemilik kelinci terbesar di dunia dari tahun 2008 hingga saat ini tahun 2012.

Pada tahun 2008, rekor kelinci terbesar di dunia dipegang oleh kelincinya yang bernama Amy. Amy yang merupakan kelinci betina mempunyai bobot sekitar 20kg dengan panjang badan 81,28cm (diukur dari ujung hidung hingga ujung ekor).

kelinci terbesar di dunia 2008
Amy dan Annete sang pemilik

Pada tahun 2009, kembali gelar kelinci terbesar dipegang oleh kelincinya yang bernama Alice. Alice adalah salah satu dari 32 anak kelinci yang dilahirkan oleh Amy.  Alice mempunyai panjang badan 99,44cm (18,16cm lebih panjang dari Amy) dengan bobot sekitar 17,5kg.

alice kelinci terbesar di dunia
Alice
Selanjutnya pada tahun 2010 hingga 2012, gelar kelinci paling besar di dunia dipegang oleh kelinci jantan yang bernama Darius. Darius juga merupakan salah satu kelinci kepunyaan Annete Edwards, yang merupakan anak dari Alice. Darius mempunyai ukuran yang luar biasa. Dengan bobot sekitar 22kg, panjang badan Darius mencapai sekitar 121cm.

darius pemegang rekor kelinci terbesar di dunia
Darius 

Annete sendiri adalah seorang peternak penghobi rumahan dan juga seorang model profesional (walaupun sudah nenek-nenek hehehe....). Dia menjual anakan dari Darius seharga 180 pounds/ekor (sekitar 2.750.000). Selain itu Annete juga menjual kandang kelinci khusus untuk kelinci-kelinci raksasa dengan harga 160 pounds (sekitar 2.450.000).

anak-anak dari kelinci terbesar di dunia
 Anak-anak dari Darius

Itu tadi informasi tentang kelinci pemegang rekor dunia sebagai yang terbesar dan terberat pada tahun 2012. Klo di Indonesia, kira-kira berapa ya bobot dan panjang kelinci terbesarnya?

Tentang Kelinci Hias: Informasi Yang Harus Diketahui

Kelinci Hias - Istilah ini benar-benar telah menjadi populer. Beberapa tahun yang lalu jika mendengar kata "KELINCI", kebanyakan orang mungkin akan terbayang "sate/gule" di benaknya. Namun saat ini mereka akan membayangkan kelinci-kelinci yang unik, cantik, dan menggemaskan.

jenis english angora
English Angora

Kelinci hias memang sudah menjadi fenomena baru, terlebih pada beberapa tahun belakangan ini. Kontes-kontes kelinci hias dengan skala Nasional marak berlangsung di kota-kota besar di Indonesia. Semakin banyak para penghobi yang "berani" mendatangkan atau mengimpor kelinci dari luar negeri demi mendapatkan kelinci-kelinci kualitas juara.



Ini tentunya merupakan kabar positif dan sangat menggembirakan (khususnya bagi penggemar kelinci seperti saya). Baru-baru ini juga telah diadakan kontes kelinci hias yang bisa dibilang ber-skala Internasional, karena juri-jurinya memang sengaja didatang dari luar negeri (Amerika).

jenis californian
Californian

jenis dutch
Dutch

Pengertian Dari Kelinci Hias

Apa sih kelinci hias itu?

Pertanyaan ini sebenarnya cukup susah untuk dijawab. Tapi klo dipaksa untuk menjawab, maka saya akan menjawab bahwa kelinci hias adalah kelinci yang jelas jenisnya, mempunyai karakter dan ciri-ciri standar yang juga sesuai dengan jenisnya, dan yang paling penting kelinci tersebut dirawat dengan baik sehingga selalu terlihat bersih dan cantik.

Apa semua jenis kelinci bisa dikatakan kelinci hias?

Pada dasarnya semua jenis kelinci bisa dikatakan atau dijadikan kelinci "pajangan", asalkan bukan silangan atau dengan kata lain mempunyai ciri-ciri dan karakteristik standar sesuai dengan jenisnya.


Bagaimana cara mengetahui standar kelinci hias yang benar berdasarkan jenis-jenisnya?

Silahkan sobat-sobat Rabbit Lover membaca postingan saya ini "Jenis-Jenis Kelinci". Pada artikel tersebut terdapat berbagai link ras kelinci yang sudah saya cantumkan, tinggal di-klik di masing-masing nama kelinci untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.


Memahami Tentang F0, F1, dst Pada Kelinci

Beberapa bulan yang lalu ada seseorang mengirim sms ke saya, yang isinya menawarkan beberapa ekor indukan kelinci yang dia jual secara borongan. Dia juga menambahkan embel-embel bahwa kelinci-kelinci tersebut adalah F1.

Saya hanya tersenyum dan membalas kalau saya belum tertarik (tentu dengan kalimat yang sopan).

Dan baru-baru ini juga ada beberapa penghobi pemula yang main ke kandang penjualan saya. Mereka mengatakan bahwa daerah mereka sekarang didatangi oleh beberapa penjual yang menawarkan bibit-bibit kelinci yang katanya "F1".

Hal ini tentu mengusik saya. Ternyata... walaupun sekarang kelinci hias sudah dikenal luas di Indonesia, salah kaprah tentang pengertian Fenotip (F) masih saja berkembang. Dan seringkali hal tersebut dipakai oleh para "pedagang nakal" untuk mengatrol harga kelinci yang dijualnya.



Penjelasan Tentang Kemurnian Ras Kelinci

Salah kaprah yang selama ini berkembang:
  • F0 adalah kelinci-kelinci yang didatangkan dari luar negeri.
  • F1 adalah anakan dari F0.
  • F2 adalah anakan dari F1, dst...

Hal itu memang benar jika pengertian dari F adalah filial (keturunan). Namun masalahnya para "pedagang nakal" tidak pernah memakai istilah F3,..., F7, ...dst. Mereka selalu berhenti di F1 dan F2. Dan istilah "F" itu dimaksudkan untuk menunjukkan kemurnian ras, bukan untuk menunjukkan keturunan.

Pengertian yang benar:
  • F0, adalah kelinci yang masih mempunyai darah murni (pure breed).
Contoh:

Anda mempunyai sepasang indukan rex dengan kualitas bagus. Ketika anda mengawinkan kelinci tersebut, ternyata ada diantara anak-anak kelinci tersebut yang mempunyai bulu seperti kelinci biasa atau bulunya rex namun tidak merata di seluruh tubuhnya. Dengan kata lain, kualitas bulu anak-anaknya tidak sebagus induknya. Maka ini bisa menjadi indikasi jika indukan rex yang anda miliki bukanlah pure breed (bukan F0).

  • Istilah F1, F2, F3, dst (dalam artian filial atau keturunan) sebenarnya hanya dipakai oleh Breeder-Breeder yang sedang mencoba mengembangkan jenis atau strain baru atau digunakan untuk penelitian. Tujuannya adalah untuk mempermudah penandaan.
Contoh:

Saya mempunyai Holland Lop (HL) yang masih pure breed (F0), saya juga mempunyai Rex yang juga masih pure breed (F0). Ketika saya mengawinkan kedua kelinci tsb...

HL (F0) x Rex (F0) = anakan yang lahir inilah yang disebut dengan F1.

Dengan kata lain, F1 adalah hasil persilangan pertama dari 2 jenis kelinci yang berbeda. Namun perlu diperhatikan bahwa induk yang digunakan harus benar-benar pure breed (F0).

Jadi anda tidak bisa sembarangan menyilangkan kelinci-kelinci anda, karena hasilnya tentu akan jauh dari yang dibayangkan (kalau menurut istilah saya adalah "silangan hancur").

Dan satu lagi yang harus diperhatikan, biasanya kelinci-kelinci F1 tidak pernah dilepas ke pasar (kecuali ke sesama Breeder yang mempunyai tujuan sama). Kenapa? Karena pada umumnya kualitas pada F1 bukanlah kualitas yang diharapkan.

pengertian F0, F1, dst..
Contoh F1 (Nederland Dwarf x Dutch)

Contoh:

Ketika saya mengawinkan HL x Rex, apa yang anda bayangkan?

Saya akan mendapatkan kelinci berbulu rex dengan telinga yang jatuh seperti HL? Well... tentu sangat menyenangkan jika saya mendapatkan kelinci seperti itu.

Namun bagaimana jika yang saya dapatkan sebaliknya? Anakan yang keluar justru berbulu seperti HL dan telinganya tidak jatuh. Tentu kelinci-kelinci tersebut malah akan terlihat seperti kelinci lokal biasa bukan? Sehingga, "mungkin" bisa jadi kualitas kelinci yang saya harapkan baru akan saya dapatkan pada F5 dan baru bisa saya murnikan pada F12 dimana akan menjadi jenis baru (F0).

Ini adalah sesuatu yang rumit dan membutuhkan proses yang tidak sebentar.

Jadi, jangan lagi mau dibohongi oleh pedagang-pedagang nakal yang memang jumlahnya tidak sedikit! Jangan lagi terpatok dengan istilah-istilah F1, F2, dst. Ketika anda ingin membeli satu jenis kelinci, maka coba anda cari tahu dulu ciri-ciri kelinci atau kriteria standar yang diakui. Baru kemudian anda bisa menilai apakah kelinci yang ingin anda beli itu kualitas bagus atau biasa-biasa saja.

Akhir kata, mudah-mudahan penjelasan saya cukup mudah dipahami dan bisa menambah pengetahuan sahabat-sahabat pecinta kelinci semuanya. Salam kelinci Indonesia!


Semaraknya Kontes-Kontes Kelinci di Indonesia

Rupanya kelinci memang sudah mulai benar-benar unjuk gigi di Indonesia. Walaupun perhatian pemerintah masih dapat dikatakan sangat minim sekali, namun semangat para peternak kelinci semakin bergelora untuk memajukan dunia perkelincian di tanah air.

Bukti dari semangat yang besar tersebut yaitu dengan semakin banyaknya kontes-kontes kelinci yang diadakan di Indonesia. Walaupun kontes-kontes tersebut masih terpusat di Pulau Jawa, namun setidaknya ini merupakan langkah awal yang cukup penting untuk memajukan dunia perkelincian di Indonesia.

kelinci lionhead kualitas kontes

Dan dengan maraknya kontes kelinci di berbagai daerah, hal tersebut membuat semakin banyak pula penghobi-penghobi baru yang bermunculan. Hal ini tentu semakin menggairahkan dunia perkelincian di Indonesia.



Namun ada satu hal yang mengganjal di pikiran saya saat melihat begitu semrawutnya kontes-kontes kelinci di Indonesia. Bukan dari segi penyelenggaraanya, namun dari segi waktunya. Contohnya adalah dari 2 kontes terakhir yang diadakan. Kontes Kelinci Nasional yang diadakan di Lembang tgl. 13 juli 2009 dan Jakarta Bunnies Gathering yang diadakan pada tgl. 12 juli 2009.

Waktu kontes yang berdekatan membuat para peternak dan penghobi bingung untuk memilih kontes mana yang akan diikuti. Hal ini mengingat jarak Jakarta dan Lembang yang relatif tidak terlalu jauh, serta gengsi dari masing-masing kontes tersebut.

Seandainya semua paguyuban kelinci di Indonesia ini bergabung atau setidaknya membuat sebuah jaringan yang solid tentu tujuan untuk memajukan dunia perkelincian di Indonesia akan cepat terwujud.

Ini sangat penting, karena tentu akan mengurangi tingkat persaingan antara masing-masing daerah yang terkenal sebagai sentra kelinci. Satu-satunya persaingan yang akan muncul adalah saling berlomba-lomba meningkatkan kualitas kelinci, yang mana itu adalah hal yang sangat positif.

Perlu terbentuk jaringan yang kuat antara masing-masing paguyuban di sentra-sentra peternak kelinci. Hal ini akan membuat kontes-kontes kelinci di Indonesia bisa terjadwal secara rapi. Seandainya semua kontes kelinci bisa terjadwal rapi dari yang tingkat Lokal-Regional-Nasional, tentu cita-cita kita semua sebagai pecinta kelinci akan cepat terwujud. Semoga!

Salam Kelinci Indonesia,


Juara 3 Kelinci Mini

Dalam kontes kelinci tgl. 27 - 28 juni 2009 kemarin Tabos Rabbit kebagian piala. Walaupun awalnya saya sama sekali tidak berniat untuk ikut serta, namun karena sedikit paksaan dari seorang panitia akhirnya saya ikut juga.

juara 3 kontes kelinci mini

Sebenarnya saya sedikit enggan mengikuti kontes karena beberapa koleksi yang saya anggap pantas mengikuti kontes sedang hamil, menyusui, ataupun ganti bulu.

Dalam kontes yang bertajuk Batu Rabbit Contest 2009 saya hanya menyertakan 1 ekor kelinci, itupun saya tidak berharap sama sekali. Namun ternyata si Hipas (nama kelinci saya) berhasil juga menggondol piala dengan menyabet juara 3 kelas kelinci mini.

kelinci yang menang kategori mini

Untungnya juga dalam kelas ini tidak membatasi jenis kelinci, persyaratannya hanya bahwa kelinci telah berusia 6 bulan keatas dan mempunyai berat antara 0,8 - 1,5 kg.


Foto-Foto Kontes Kelinci, Batu 2009

Akhirnya Batu Rabbit Contest 2009 (tgl. 27 - 28 juni 2009) berlangsung dengan sukses. Walaupun dalam persiapan awalnya mendapat beberapa kendala, pesertanya tetap membludak. Ada sekitar 300-an kelinci yang didaftarkan untuk ikut berkompetisi pada semua kelas yang diperlombakan.

Kontespun seakan-akan berubah dari yang awalnya se-Malang Raya menjadi se-Jawa Timur, karena banyaknya peserta dari kota-kota lain yang turut ambil bagian dalam kontes yang baru pertama kali diadakan ini. Dibawah ini adalah momen-momen yang berhasil Tabos Rabbit abadikan.

Babak Penyisihan/Penilaian


10 Besar Kelas Kelinci Rex


5 Besar Kelas Kelinci Anggora


10 Besar Kelas Kelinci Flemish Giant


10 Besar Kelas Kelinci Mini


Para Pemenang Kontes Kelinci


Lihat juga berbagai koleksi gambar dan foto-foto kelinci lainnya di http://gambarfotokelinci.blogspot.com


Kontes Kelinci Batu 2009

kontes kelinci hias di batu, malang

Buat para pecinta kelinci se-Malang Raya, sebentar lagi akan diadakan kontes kelinci se-Malang Raya. Buat para pecinta kelinci yang tinggal di sekitar Malang Raya diharapkan ikut serta memeriahkan 'hajatan' ini.

Menang atau kalah adalah nomor ke-sekian, yang penting bagaimana kita bisa memeriahkan dunia perkelincian di Jawa Timur pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Untuk yang sekedar ingin menonton disediakan tiket dengan harga Rp. 10.000,-/orang.

Kapan lagi kita bisa masuk ke Agro dengan harga semurah itu? Apalagi tiket itu juga sudah termasuk untuk masuk ke kebun petik. Ayo kosongkan jadwal anda, dan saksikanlah kontes ini. Tiket dapat dipesan di Tabos Rabbit.

Acara ini akan diadakan pada:

Hari: sabtu & minggu
Tanggal: 27 - 28 juni 2009
Tempat: Kusuma Agrowisata Hotel ( area kebun petik )
Jam: 08.00 WIB - selesai

Kategori yang diperlombakan:

* Kelinci bulu panjang
* Kelinci bulu pendek
* Kelinci besar/giant ( min. bobot 5,5kg )
* Kelinci mini/dwarf ( bobot antara 0,8kg - 1,5kg )
* Kelinci lop
* Kelinci campuran/bebas
* Kelinci balap

Biaya pendaftaran: 

* Rp.25.000,- /ekor

Hadiah: 

* Uang pembinaan + Trofi

Untuk informasi lebih jauh dan pendaftaran silahkan hubungi nomor2 dibawah ini:

1. Pak Wa ----> 0341 813 0605 atau 081 5550 704
2. Pak Santo ------> 0341 942 1363
3. Pak Bambang -------->0812 330 71 058
4. Pak Solikin --------> 0341 9729 556
5. Misman ---------> 0341 813 5798 atau 085 234 6767 83
6. Radio Tidar Sakti --------> 0341 511 000 atau 0341 512 000

Susahnya Mencari Ras Kelinci Yang Murni

Sebagian besar kelinci yang beredar di Indonesia sudah tidak murni lagi ras-nya. Apa benar seperti itu? Pertanyaan ini pernah saya dapatkan dari beberapa pengunjung blog saya ini. Dan jawaban saya adalah... IYA.

Memang sebagian besar ras-ras kelinci yang beredar di Indonesia sudah tidak murni lagi. Ingat! Sebagian besar, bukan sebagian kecil. Saya bukan provokator lho! Mengapa saya berani mengatakan itu, tentu karena saya punya dasar.

Coba anda bandingkan foto dibawah ini:

jenis kelinci fuzzy lop yang beredar di indonesia
Fuzzy Lop yang kebanyakan beredar di Indonesia

jenis kelinci american fuzzy lop
American Fuzzy Lop

Mungkin sekilas tidak terlalu terlihat perbedaanya, apalagi ini hanya gambar yang tidak bisa dibandingkan secara langsung. Namun coba perhatikan lebih seksama bagian jidat dan bokongnya. Terlihat kan perbedaanya?

Gambar yang pertama menurut saya adalah hasil persilangan tanpa standar dari jenis kelinci Lop dengan kelinci Anggora - terlihat dari bentuk kepala dan badannya yang lebih mirip anggora. Walaupun telinganya juga jatuh, namun tidak selebar dan setebal pada gambar kedua bukan?

Terus yang paling gampang untuk membuktikan perkataan saya, coba anda cari kelinci jenis Flemish Giant yang beratnya diatas 6 kg (beneran ditimbang lho ya, bukan hanya katanya penjual). Susahnya minta ampun bukan? Padahal salah satu ciri khas kelinci Flemish Giant ya karena bobotnya itu.

Dibawah ini saya melampirkan hasil dari penelitian Balitnak Bogor yang membandingkan kelinci-kelinci dari Magelang (sentra peternakan kelinci di Jawa Tengah) dengan kelinci-kelinci dari Balitnak sendiri.



Hasil Penelitian Dari Kemurnian Ras Kelinci

BRAHMANTIYO, B., H. MARTOJO, S.S. MANSJOER dan Y.C. RAHARJO, 2006. Pendugaan jarak genetik kelinci melalui analisis morfometrik. JITV 11(3): 206-214.

Penelitian mengenai konformasi tubuh kelinci English Spot (ES), Flemish Giant (FG), New Zealand White (NZWm) dan Rex (Rexm) asal Magelang, Jawa Tengah dan New Zealand White (NZWb), Rex (Rexb), Satin dan RS asal Balitnak-Ciawi dilakukan untuk mengetahui dan menduga jarak genetik mahalanobis di antara rumpun kelinci.

Penelitian ini dilakukan di Magelang (Jawa Tengah) dan Balitnak-Ciawi (Jawa Barat) menggunakan 237 ekor kelinci. Pengambilan data dilakukan pada kepala (panjang dan lebar), telinga (panjang dan lebar), dada (lingkar, dalam dan lebar), panjang tulang humerus, panjang tulang radius-ulna, panjang tulang tibia dan panjang badan.

Kelinci ES, FG dan NZWm secara umum memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan bangsa kelinci lainnya. Jarak genetik mahalanobis antara kelinci NZWm dan NZWb, dan kelinci Rexm dan Rexb cukup jauh, berturut-turut sebesar 5,89139 dan 6,75571.

Kelinci yang berasal dari Magelang dan dari Balitnak memiliki ukuran tubuh yang berbeda dengan jarak genetik mahalanobis berkisar dari 4,89426 sampai 6,96749.

Hasil analisis kanonik memperlihatkan bahwa peubah pembeda ukuran tubuh kelinci adalah lingkar dada, lebar dada dan panjang tulang humerus pada kanonik pertama dan panjang kepala pada kanonik kedua.

Walaupun penelitian ini hanya menggunakan jenis English Spot, NZ White, Flemish Giant, dan Rex, tapi saya rasa cukup untuk menggambarkan kondisi jenis-jenis kelinci yang lain.

Jadi saran saya, jika anda memang benar-benar penghobi kelinci, coba cocokkan dulu ciri-ciri kelinci yang sudah disampaikan dalam blog ini dengan kelinci yang akan anda beli. Kalau ternyata ciri-cirinya ada yang berbeda namun anda tetap ingin membelinya, janganlah membelinya dengan harga yang sangat tinggi.

Semoga bermanfaat!


Kualitas Bukan Kuantitas

Kualitas Bukan Kuantitas - Beberapa hari terakhir ini saya menyempatkan diri untuk melihat-lihat beberapa peternakan kelinci di sekitar tempat saya tinggal (Batu, Malang).

Apa yang saya dapatkan? Banyak sekali kelinci-kelinci yang sudah tidak jelas lagi jenisnya. Sungguh sayang hal ini terjadi, apalagi dunia perkelincian sedang menggeliat dan bersiap-siap untuk bangun di Indonesia.

Dengan banyaknya anggota di forum-forum dan milis kelinci, serta sudah adanya organisasi/asosiasi kelinci di Indonesia, seharusnya para peternak sudah mulai membidik untuk meningkatkan kualitas kelinci.



Dulu saya sering tertawa saat datang ke peternak / penjual kelinci yang dengan mantapnya menyebutkan jenis-jenis kelinci yang ada di tempat mereka. Dengan percaya diri mereka mengatakan bahwa kelinci-kelinci mereka asli dan bukan silangan.

Itu mungkin dapat dimaklumi, karena dimana-mana penjual pasti akan mengatakan bahwa barang merekalah yang terbaik. Namun biasanya raut muka mereka akan berubah ketika saya menerangkan ciri-ciri atau karakteristik dari jenis-jenis kelinci, apalagi kalau ada pembeli lain.

Mereka akan terlihat marah dan sepertinya menginginkan saya untuk cepat pergi. Namun saya tidak peduli, saya malah akan menjelaskan kepada para pembeli selain saya tersebut dengan lebih detail. Saya mengatakan kalau kelinci jenis ini harusnya seperti ini, beratnya sekian, bentuk badannya begini, dll.

kelinci kualitas kontes
Kualitas
VS
Kuantitas
kualitas pet/silangan "ancur"

Sebenarnya tujuan saya bukanlah untuk membuat orang tidak jadi membeli, tetapi agar pembeli memang mendapatkan harga yang pantas untuk kelinci yang dibelinya, karena posisi saya memang sama dengan mereka.

Dan apa yang saya dapatkan sekarang?

Hingga saat saya menulis posting ini, hal di atas masih saja terjadi. Kurangnya pengetahuan akan jenis-jenis kelinci dan besarnya permintaan pasar adalah penyebab utamanya. Para peternak berlomba-lomba meningkatkan produksinya tanpa memperdulikan kualitas lagi. Mereka juga akan seenaknya mengatakan kepada para pembeli bahwa kelinci ini jenisnya ini, atau kelinci itu jenisnya itu.

Sungguh ironis! Disaat sebagian orang berusaha memajukan dunia perkelincian, sebagian besar lainnya justru menghancurkan dengan menipu orang-orang awam. Jadi saya mengajak para peternak yang kebetulan singgah ke blog saya ini untuk mulai meningkatkan kualitas dari kelinci yang diternakkan selain tetap menjaga kuantitas produksi tentunya.

Yakinlah kelinci yang berkualitas mempunyai harga jual jauh lebih tinggi ketimbang kelinci "silangan hancur". Mari kita majukan bersama-sama dunia perkelincian di Indonesia.


Hati-Hati Membeli Kelinci

KELINCI. Setiap orang pasti tahu dengan binatang yang satu ini. Lucu, jinak, dan sangat menggemaskan, terlebih ketika masih kecil. Dan dengan maraknya pemberitaan, baik itu di media cetak maupun televisi belakangan ini membuat reputasi kelinci menjadi semakin populer di masyarakat.

hati-hati membeli kelinci hias

Hal tersebut membuat semakin banyak pula orang yang berminat untuk membeli kelinci sebagai hewan kesayangan layaknya anjing dan kucing.



Namun sayangnya, sedikitnya pengetahuan tentang jenis-jenis kelinci sering dimanfaatkan oleh petshop-petshop atau para penjual kelinci "nakal" untuk berbuat curang. Tak jarang ada orang yang harus mengeluarkan uang ratusan ribu bahkan hingga jutaan rupiah untuk seekor kelinci yang seharusnya tidaklah terlalu mahal.

Teliti Sebelum Membeli Kelinci

Hal itu bisa terjadi karena sang penjual mengatakan bahwa kelinci tersebut adalah jenis tertentu dan sangat langka. Padahal setelah diteliti kembali ternyata kelinci tersebut bukan termasuk jenis yang disebutkan oleh sang penjual.

Sungguh ironis bukan?

Jadi kita memang harus hati-hati ketika membeli kelinci, karena di Indonesia memang belum ada Asosiasi Nasional yang mengeluarkan sertifikat keaslian ras kelinci seperti di luar negeri (sekarang sudah ada IRA dan beberapa assosiasi lain).

Blog ini sengaja saya buat sebagai wadah bagi para penggemar kelinci atau calon penggemar kelinci untuk mendapatkan berbagai informasi yang berhubungan dengan kelinci. Jadi... mari kita telusuri lebih dalam tentang mahkluk lucu satu ini.


Penyakit

More »

Pemeliharaan

More »