Havana ( Kelinci Bertemperamen Lembut )

Havana (Kelinci Bertemperamen Lembut) - Sekarang saatnya saya membahas kelinci yang sangat menyenangkan ini. Mungkin hanya sedikit yang tahu bahwa kelinci Havana sangat populer di Amerika dan Eropa sebagai " show pets ". Bahkan jika dibandingkan dengan kelinci Holland Lop, para penghobi disana lebih memilih Havana karena sifatnya yang tenang, temperamennya yang lembut, dan bulunya yang lembut serta mengkilat. Dan mungkin teman-teman juga tidak banyak yang tahu kalau kelinci Satin yang kita kenal adalah berasal dari ras kelinci Havana ini.

kelinci havana warna hitamkelinci havana warna coklat

Sejarah Kelinci Havana

Sejarah dari jenis kelinci ini masih kabur hingga sekarang. Beberapa teori menguatkan bahwa kelinci ini pertama kali dikembangkan di Belanda pada th.1898, dan muncul pertama kali pada kontes th.1899 di Belanda. Selanjutnya kelinci Havana diperkenalkan di Eropa pada th.1908, dan di Amerika pada th.1916. Sejak saat pertama kali diperkenalkan kelinci ini menjadi sangat populer karena sifat lembut dan karakter tenang yang mereka miliki. Dipercaya merupakan hasil persilangan dari jantan Dutch dan betina Himalayan. Namun teori ini masih diragukan oleh beberapa pakar.

Ciri-ciri Kelinci Havana

* Memiliki tubuh yang kecil, pendek, namun kompak dengan bahu berotot.
* Memiliki kepala kecil dengan leher hampir tak terlihat.
* Memiliki warna yang solid ( warna seragam seluruh tubuh ) yaitu coklat, hitam, dan biru.
* Memiliki bulu yang tipis, sangat lembut, dan mengkilap dgn panjang sekitar 1 inch.
* Berat rata2 untuk kelinci jenis ini adalah 2,75 kg.

Kelinci Netherland Dwarf (ND)

kelinci netherland dwarfKelinci Netherland Dwarf (ND) - Saatnya sekarang membahas kelinci yang sedang naik daun saat ini. Kelinci mungil yang namanya sering disingkat dengan disebut kelinci ND ini memang lagi memikat banyak hati pecinta kelinci di Indonesia. Khususnya dalam waktu-waktu belakangan ini, terbukti Tabos Rabbit sampai-sampai tidak bisa memenuhi pesanan yang memang banyak sekali. Barang sedikit, permintaan meningkat, peluang seperti ini sering digunakan oleh pedagang-pedagang kelinci untuk berbuat curang. Supaya teman-teman tidak tertipu oleh "pedagang-pedagang nakal", saya akan menjabarkan sedikit tentang jenis kelinci Netherland Dwarf atau ada juga yang menulisnya Nederland Dwarf ini.

Sejarah Kelinci Netherland Dwarf (ND)

Sesuai dengan namanya, awalnya kelinci ini memang dikembangkan di Belanda yaitu pada awal-awal th.1900-an. Merupakan persilangan dari jenis kelinci Polish warna putih dengan kelinci-kelinci liar yang ada di Belanda saat itu. Tujuan dari persilangan ini adalah untuk menghasilkan kelinci-kelinci mungil yang kaya akan warna. Kelinci ND pertama kali mendapatkan standar pertunjukan yaitu pada th.1940, di Belanda. Selanjutnya pada akhir th.1940-an kelinci ini mulai diperkenalkan di Inggris, dan masuk ke Amerika pada akhir th.1960-an. Saat ini Netherland Dwarf menjadi salah satu jenis kelinci yang paling disenangi sebagai hewan peliharaan di seluruh dunia, termasuk Indonesia tentunya.

Ciri-Ciri Kelinci Netherland Dwarf

Memiliki tubuh kecil yang kompak, leher pendek dan kompak, mempunyai kepala yang lebar dengan profil melengkung, telinganya kecil dan membulat diujungnya dengan panjang sekitar 5 cm, bulu pendek dan lembut. Warna yang diakui untuk jenis kelinci ada banyak, yaitu antara lain agouti, chinchilla, bajing, hitam, biru, coklat, putih, tan, fox, marten sable, dll. Berat tubuh yang diakui untuk jenis ini adalah antara 800 gr - 1,2 kg setelah dewasa.

Meskipun tubuhnya kecil, kelinci Nederland Dwarf tidak cocok bagi anak kecil. Ini karena rata-rata temperamen kelinci ND ini lumayan buruk. Bersifat penakut dan mudah tegang, sehingga sering menyebabkan kelinci ini menjadi sangat agresif bila dipegang. Umur hidup kelinci Netherland Dwarf antara 7 - 10 tahun.

Semaraknya Kontes-Kontes Kelinci di Indonesia

Rupanya kelinci memang sudah mulai benar-benar unjuk gigi di Indonesia. Walaupun perhatian pemerintah masih dapat dikatakan sangat minim sekali, namun semangat para peternak kelinci semakin bergelora untuk memajukan dunia perkelincian di tanah air.

Bukti dari semangat yang besar tersebut yaitu dengan semakin banyaknya kontes-kontes kelinci yang diadakan di Indonesia. Walaupun kontes-kontes tersebut masih terpusat di Pulau Jawa, namun setidaknya ini merupakan langkah awal yang cukup penting untuk memajukan dunia perkelincian di Indonesia.

kelinci lionhead kualitas kontes

Dan dengan maraknya kontes kelinci di berbagai daerah, hal tersebut membuat semakin banyak pula penghobi-penghobi baru yang bermunculan. Hal ini tentu semakin menggairahkan dunia perkelincian di Indonesia.



Namun ada satu hal yang mengganjal di pikiran saya saat melihat begitu semrawutnya kontes-kontes kelinci di Indonesia. Bukan dari segi penyelenggaraanya, namun dari segi waktunya. Contohnya adalah dari 2 kontes terakhir yang diadakan. Kontes Kelinci Nasional yang diadakan di Lembang tgl. 13 juli 2009 dan Jakarta Bunnies Gathering yang diadakan pada tgl. 12 juli 2009.

Waktu kontes yang berdekatan membuat para peternak dan penghobi bingung untuk memilih kontes mana yang akan diikuti. Hal ini mengingat jarak Jakarta dan Lembang yang relatif tidak terlalu jauh, serta gengsi dari masing-masing kontes tersebut.

Seandainya semua paguyuban kelinci di Indonesia ini bergabung atau setidaknya membuat sebuah jaringan yang solid tentu tujuan untuk memajukan dunia perkelincian di Indonesia akan cepat terwujud.

Ini sangat penting, karena tentu akan mengurangi tingkat persaingan antara masing-masing daerah yang terkenal sebagai sentra kelinci. Satu-satunya persaingan yang akan muncul adalah saling berlomba-lomba meningkatkan kualitas kelinci, yang mana itu adalah hal yang sangat positif.

Perlu terbentuk jaringan yang kuat antara masing-masing paguyuban di sentra-sentra peternak kelinci. Hal ini akan membuat kontes-kontes kelinci di Indonesia bisa terjadwal secara rapi. Seandainya semua kontes kelinci bisa terjadwal rapi dari yang tingkat Lokal-Regional-Nasional, tentu cita-cita kita semua sebagai pecinta kelinci akan cepat terwujud. Semoga!

Salam Kelinci Indonesia,


Penyakit Young Doe Syndrome Pada Kelinci

Musim panas adalah waktu terbaik bagi kelinci untuk bereproduksi. Dan berbicara mengenai reproduksi kelinci, ada 1 penyakit kelinci yang musti diwaspadai oleh para pennghobi dan peternak kelinci. Nama penyakit ini adalah Young Doe Syndrome.

penyakit young doe syndrome

Penyakit ini biasanya menyerang induk kelinci yang sedang menyusui pada kelahiran pertama dan kedua. Penyebab penyakit ini adalah kuman bernama Stapphylorus Aureus yang menyebabkan bengkaknya kelenjar susu.

Kuman tersebut masuk melalui luka yang terdapat pada puting susu induk kelinci. Akibatnya, induk kelinci akan mengalami Mastitis, dengan ciri-ciri suhu badannya menjadi panas dan nafsu makan jauh berkurang.



Puting susu yang keras dan bengkak membuat induk kelinci tidak mau menyusui anak-anaknya, sehingga anda harus mencari susu pengganti untuk anak kelinci jika tidak ingin anak-anak kelinci tersebut mati.

Penyebab lain penyakit Young Doe Syndrome ini bisa juga karena pakan kelinci yang diberikan terlalu banyak mengandung biji-bijian, sehingga induk kelinci mengalami Enteritis yang kemudian berkembang menjadi Mastitis.

Cara Mengatasi Penyakit Young Doe Syndrome

  • Induk segera diisolasi di kandang terpisah.
  • Induk disuntik dengan Penicillin, Dexatozoon, Sulmethonl, Sulfa Strong, atau Oxylin.
  • Perbanyak pakan hijauan, kurangi konsentrat.
  • Anak kelinci yang tidak disusui dapat diberikan Rabbit Milk, Susu Kambing Etawa, atau susu bayi umur 0 - 6 bulan.
  • Kandang segera dibersihkan dan disemprot dengan disinfektan.


Juara 3 Kelinci Mini

Dalam kontes kelinci tgl. 27 - 28 juni 2009 kemarin Tabos Rabbit kebagian piala. Walaupun awalnya saya sama sekali tidak berniat untuk ikut serta, namun karena sedikit paksaan dari seorang panitia akhirnya saya ikut juga.

juara 3 kontes kelinci mini

Sebenarnya saya sedikit enggan mengikuti kontes karena beberapa koleksi yang saya anggap pantas mengikuti kontes sedang hamil, menyusui, ataupun ganti bulu.

Dalam kontes yang bertajuk Batu Rabbit Contest 2009 saya hanya menyertakan 1 ekor kelinci, itupun saya tidak berharap sama sekali. Namun ternyata si Hipas (nama kelinci saya) berhasil juga menggondol piala dengan menyabet juara 3 kelas kelinci mini.

kelinci yang menang kategori mini

Untungnya juga dalam kelas ini tidak membatasi jenis kelinci, persyaratannya hanya bahwa kelinci telah berusia 6 bulan keatas dan mempunyai berat antara 0,8 - 1,5 kg.


Foto-Foto Kontes Kelinci, Batu 2009

Akhirnya Batu Rabbit Contest 2009 (tgl. 27 - 28 juni 2009) berlangsung dengan sukses. Walaupun dalam persiapan awalnya mendapat beberapa kendala, pesertanya tetap membludak. Ada sekitar 300-an kelinci yang didaftarkan untuk ikut berkompetisi pada semua kelas yang diperlombakan.

Kontespun seakan-akan berubah dari yang awalnya se-Malang Raya menjadi se-Jawa Timur, karena banyaknya peserta dari kota-kota lain yang turut ambil bagian dalam kontes yang baru pertama kali diadakan ini. Dibawah ini adalah momen-momen yang berhasil Tabos Rabbit abadikan.

Babak Penyisihan/Penilaian


10 Besar Kelas Kelinci Rex


5 Besar Kelas Kelinci Anggora


10 Besar Kelas Kelinci Flemish Giant


10 Besar Kelas Kelinci Mini


Para Pemenang Kontes Kelinci


Lihat juga berbagai koleksi gambar dan foto-foto kelinci lainnya di http://gambarfotokelinci.blogspot.com


Kontes Kelinci Batu 2009

kontes kelinci hias di batu, malang

Buat para pecinta kelinci se-Malang Raya, sebentar lagi akan diadakan kontes kelinci se-Malang Raya. Buat para pecinta kelinci yang tinggal di sekitar Malang Raya diharapkan ikut serta memeriahkan 'hajatan' ini.

Menang atau kalah adalah nomor ke-sekian, yang penting bagaimana kita bisa memeriahkan dunia perkelincian di Jawa Timur pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Untuk yang sekedar ingin menonton disediakan tiket dengan harga Rp. 10.000,-/orang.

Kapan lagi kita bisa masuk ke Agro dengan harga semurah itu? Apalagi tiket itu juga sudah termasuk untuk masuk ke kebun petik. Ayo kosongkan jadwal anda, dan saksikanlah kontes ini. Tiket dapat dipesan di Tabos Rabbit.

Acara ini akan diadakan pada:

Hari: sabtu & minggu
Tanggal: 27 - 28 juni 2009
Tempat: Kusuma Agrowisata Hotel ( area kebun petik )
Jam: 08.00 WIB - selesai

Kategori yang diperlombakan:

* Kelinci bulu panjang
* Kelinci bulu pendek
* Kelinci besar/giant ( min. bobot 5,5kg )
* Kelinci mini/dwarf ( bobot antara 0,8kg - 1,5kg )
* Kelinci lop
* Kelinci campuran/bebas
* Kelinci balap

Biaya pendaftaran: 

* Rp.25.000,- /ekor

Hadiah: 

* Uang pembinaan + Trofi

Untuk informasi lebih jauh dan pendaftaran silahkan hubungi nomor2 dibawah ini:

1. Pak Wa ----> 0341 813 0605 atau 081 5550 704
2. Pak Santo ------> 0341 942 1363
3. Pak Bambang -------->0812 330 71 058
4. Pak Solikin --------> 0341 9729 556
5. Misman ---------> 0341 813 5798 atau 085 234 6767 83
6. Radio Tidar Sakti --------> 0341 511 000 atau 0341 512 000

Kelinci Blanc de Hotot

asal-usul kelinci blanc de hototKelinci Blanc de Hotot - Kelinci ini berasal dari Perancis, dan merupakan "mbah-nya" dari semua jenis kelinci Hotot yang ada. Kelinci ini diciptakan oleh seorang peternak besar jenis kelinci Flemish Giant dan Checkered Giant bernama Madame Eugenie Bernhardt sekitar th.1902. Dia adalah satu dari sangat sedikit wanita pada masa itu yang berhasil menciptakan jenis kelinci baru.

Tujuan kelinci ini diciptakan adalah untuk multi tujuan, yaitu untuk kualitas daging, fur, dan kontes. Awalnya Madame Bernhardt mencoba menyilangkan Papillions dengan berbagai kelinci warna putih yang ada pada masa itu antara lain White Vienna dan White Flemish Giant. Namun hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan yang dia harapkan.

Setelah mendapatkan saran dari Jeanne J. Lemarie ( pencipta Himalayan Besar ) akhirnya Madame Bernhardt bereksperimen hanya dengan menggunakan kelinci jenis Giant Papillion Francais. Melalui proses seleksi yang sangat ketat dan waktu bertahun-tahun, akhirnya terciptalah kelinci cantik yang kita kenal dengan sebutan Blanc de Hotot ini.

Standarisasi Kelinci Blanc de Hotot

Kelinci Hotot ini pertama kali dipertontonkan pada th.1920 pada pameran Exposition Internationale d'Aviculture di Paris. Standar yang ditetapkan oleh Madame Bernhardt akhirnya mendapatkan pengakuan dari Komisi Standarisasi Perancis pada 13 Oktober 1922. Pada th.1927, kelinci Hotot ini diimpor oleh beberapa peternak di Swis dan menjadi sangat populer disana. Kemudian pada th.1930 kelinci ini dibawa ke Jerman dan diternakkan secara besar-besaran sebagai penghasil daging.

Dilain pihak, tepatnya di Belanda. Seorang peternak bernama L. Hamaker de Haarlem mencoba menciptakan ulang jenis kelinci ini dengan menyilangkan Lorrains dan Charlie English Spot. Hal ini dipublikasikan pada 31 Mei 1955, yang telah dikonfirmasikan menggunakan cara yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Madame Bernhardt. Selanjutnya kelinci ini menyebar hingga kemana-mana termasuk negara tecinta kita Indonesia.

Penyakit Pneumonia Pada Kelinci

Penyakit pneumonia ini juga biasa dikenal dengan nama radang paru. Sesuai dengan namanya, maka penyakit kelinci yang satu ini menyerang paru-paru kelinci. Penyebabnya adalah sejenis kuman yang bernama Pasteurella Multocida.

Penyakit radang paru pada kelinci sangat susah untuk disembuhkan dan menjadi salah satu penyebab kematian kelinci - kecuali jika kelinci segera diobati saat gejala masih dalam tahap permulaan.



Penyebab Penyakit Pneumonia Pada Kelinci

Perubahan cuaca yang ekstrim, kelinci terkena angin langsung, udara kandang yang lembab, dan pakan yang kurang bergizi dipercaya sebagai penyebab utama kelinci terserang penyakit ini.

kelinci yang terserang radang paru

Gejala dan Pengobatan Radang Paru Pada Kelinci

Gejala penyakit radang paru pada kelinci:
  • Kelinci kurang nafsu makan
  • Kelinci selalu merasa haus
  • Napas sesak sehingga kelinci sering mengangkat kepala tinggi-tinggi
  • Hidung keluar nanah
  • Suhu badannya dingin
  • Mata dan telinga kelinci berwarna kebiru-biruan
  • Kotorannya encer (mencret) yang terkadang disertai nanah

Pengobatannya:

Jika gejala awal sudah terlihat, maka sebaiknya kelinci harus segera diobati. Caranya yaitu dengan menyuntikan Oxylin 0,1 - 0,2 ml/kg berat kelinci, Penicillin 10.000 unit/5 -6 kg berat kelinci, atau Sulfa Strong 0,5 - 5 ml/kg berat kelinci.

Musim pancaroba adalah saat dimana anda harus LEBIH memperhatikan kesehatan kelinci-kelinci kesayangan anda! Lebih baik mencegah daripada mengobati, karena radang paru ini sangat susah untuk disembuhkan.


Susahnya Mencari Ras Kelinci Yang Murni

Sebagian besar kelinci yang beredar di Indonesia sudah tidak murni lagi ras-nya. Apa benar seperti itu? Pertanyaan ini pernah saya dapatkan dari beberapa pengunjung blog saya ini. Dan jawaban saya adalah... IYA.

Memang sebagian besar ras-ras kelinci yang beredar di Indonesia sudah tidak murni lagi. Ingat! Sebagian besar, bukan sebagian kecil. Saya bukan provokator lho! Mengapa saya berani mengatakan itu, tentu karena saya punya dasar.

Coba anda bandingkan foto dibawah ini:

jenis kelinci fuzzy lop yang beredar di indonesia
Fuzzy Lop yang kebanyakan beredar di Indonesia

jenis kelinci american fuzzy lop
American Fuzzy Lop

Mungkin sekilas tidak terlalu terlihat perbedaanya, apalagi ini hanya gambar yang tidak bisa dibandingkan secara langsung. Namun coba perhatikan lebih seksama bagian jidat dan bokongnya. Terlihat kan perbedaanya?

Gambar yang pertama menurut saya adalah hasil persilangan tanpa standar dari jenis kelinci Lop dengan kelinci Anggora - terlihat dari bentuk kepala dan badannya yang lebih mirip anggora. Walaupun telinganya juga jatuh, namun tidak selebar dan setebal pada gambar kedua bukan?

Terus yang paling gampang untuk membuktikan perkataan saya, coba anda cari kelinci jenis Flemish Giant yang beratnya diatas 6 kg (beneran ditimbang lho ya, bukan hanya katanya penjual). Susahnya minta ampun bukan? Padahal salah satu ciri khas kelinci Flemish Giant ya karena bobotnya itu.

Dibawah ini saya melampirkan hasil dari penelitian Balitnak Bogor yang membandingkan kelinci-kelinci dari Magelang (sentra peternakan kelinci di Jawa Tengah) dengan kelinci-kelinci dari Balitnak sendiri.



Hasil Penelitian Dari Kemurnian Ras Kelinci

BRAHMANTIYO, B., H. MARTOJO, S.S. MANSJOER dan Y.C. RAHARJO, 2006. Pendugaan jarak genetik kelinci melalui analisis morfometrik. JITV 11(3): 206-214.

Penelitian mengenai konformasi tubuh kelinci English Spot (ES), Flemish Giant (FG), New Zealand White (NZWm) dan Rex (Rexm) asal Magelang, Jawa Tengah dan New Zealand White (NZWb), Rex (Rexb), Satin dan RS asal Balitnak-Ciawi dilakukan untuk mengetahui dan menduga jarak genetik mahalanobis di antara rumpun kelinci.

Penelitian ini dilakukan di Magelang (Jawa Tengah) dan Balitnak-Ciawi (Jawa Barat) menggunakan 237 ekor kelinci. Pengambilan data dilakukan pada kepala (panjang dan lebar), telinga (panjang dan lebar), dada (lingkar, dalam dan lebar), panjang tulang humerus, panjang tulang radius-ulna, panjang tulang tibia dan panjang badan.

Kelinci ES, FG dan NZWm secara umum memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan bangsa kelinci lainnya. Jarak genetik mahalanobis antara kelinci NZWm dan NZWb, dan kelinci Rexm dan Rexb cukup jauh, berturut-turut sebesar 5,89139 dan 6,75571.

Kelinci yang berasal dari Magelang dan dari Balitnak memiliki ukuran tubuh yang berbeda dengan jarak genetik mahalanobis berkisar dari 4,89426 sampai 6,96749.

Hasil analisis kanonik memperlihatkan bahwa peubah pembeda ukuran tubuh kelinci adalah lingkar dada, lebar dada dan panjang tulang humerus pada kanonik pertama dan panjang kepala pada kanonik kedua.

Walaupun penelitian ini hanya menggunakan jenis English Spot, NZ White, Flemish Giant, dan Rex, tapi saya rasa cukup untuk menggambarkan kondisi jenis-jenis kelinci yang lain.

Jadi saran saya, jika anda memang benar-benar penghobi kelinci, coba cocokkan dulu ciri-ciri kelinci yang sudah disampaikan dalam blog ini dengan kelinci yang akan anda beli. Kalau ternyata ciri-cirinya ada yang berbeda namun anda tetap ingin membelinya, janganlah membelinya dengan harga yang sangat tinggi.

Semoga bermanfaat!


Kelinci Belang Sumatera (Rare Indonesian Rabbit)

Kelinci Belang Sumatera - Mungkin sedikit yang tahu kalau ternyata di Indonesia juga ada satu ras kelinci yang tidak akan ditemui di belahan bumi lain, atau dengan kata lain asli "made in Indonesia". Kelinci tersebut dikenal dengan nama kelinci belang sumatera (Nesolagus Netscheri).

jenis kelinci belang sumatera adalah yang terlangka di dunia

Kelinci ini hanya terdapat pada hutan di gunung-gunung pulau Sumatera - antara lain gunung Kerinci, Gunung Barisan, dan Gunung Leuser... yang mempunyai ketinggian antara 850 m - 2300 m.

Walaupun keberadaanya diketahui, namun kelinci Belang Sumatera sangat susah untuk dilihat. Tercatat baru hanya 3 kali berhasil diabadikan fotonya dalam 35 tahun terakhir ini. Kelinci ini bersifat nocturnal dan bersarang di bawah pohon serta lubang-lubang bawah tanah yang tidak dibuatnya sendiri.



Kebanyakan lubang-lubang yang digunakan tersebut adalah bekas sarang binatang lain atau lubang alami karena proses cuaca. Kelinci belang sumatera adalah salah satu kelinci terlangka di dunia serta memiliki status hampir punah.

Ciri-Ciri Kelinci Belang Sumatera

  • Mempunyai warna cokelat kuning keemasan serta adanya pola garis hitam yang merentang di sepanjang tubuhnya. Pola warna hitam juga ditemui di sekeliling mata, sisi-sisi kepala belakang, hingga ke pangkal telinga.
  • Panjang tubuhnya hanya sekitar 30 cm, dengan berat rata-rata 1,5 kg.
  • Telingan kecil dan pendek, serta ekor yang sangat pendek.

Jadi siapa bilang Indonesia tidak punya jenis kelinci asli? Kelinci belang sumatera ini adalah kelinci asli Indonesia, dan juga salah satu jenis kelinci terlangka di dunia.


Kandang Kelinci Bagi Penghobi dan Peternak Skala Kecil

Kandang merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan, karena kandang yang baik dan sehat juga berpengaruh terhadap kesehatan dan kelangsungan hidup dari kelinci kesayangan.

Buat yang mempunyai kelinci hanya 1 atau 2 ekor tentu perkandangan tidak terlalu menjadi persoalan, kelinci dapat dilepas di dalam rumah layaknya kucing. Atau dapat juga dibelikan kandang kecil seperti di bawah ini.

kandang kelinci praktis

Namun bagi para penghobi yang mempunyai koleksi kelinci lumayan banyak dan bagi yang ingin memulai beternak kelinci, ada baiknya anda menggunakan kandang model Baterai sebagai alternatif untuk menghemat lahan.

Kelebihan dari kandang model ini adalah:
  • Sanitasi mudah dilakukan
  • Perkelahian dan kanibalisme tidak akan terjadi karena satu kandang hanya diisi 1 ekor kelinci
  • Jika ada 1 kelinci yang sakit, maka kelinci yang lainnya tidak mudah tertular
  • Program pengembangbiakan dapat diatur lebih mudah
  • Dapat menekan angka kematian anak kelinci



Ukuran Kandang Kelinci Yang Sesuai

Ukuran kandang untuk kelinci dibedakan berdasarkan besar dari masing-masing kelinci yang ada. Di Tabos Rabbit ada 3 ukuran yang digunakan berdasarkan kegunaanya.

Foto kandang dibawah ini adalah model kandang Baterai Bertingkat Tiga. Masing-masing kamar mempunyai ukuran 65cm x 60cm x 45cm, digunakan untuk menempatkan kelinci jantan dan kelinci betina usia dara (belum siap kawin).

model kandang kelinci baterai bertingkat

Selanjutnya untuk kelinci-kelinci betina yang sudah siap kawin / bunting / sudah melahirkan dan sedang merawat anak-anaknya, Tabos Rabbit menggunakan model kandang Baterai bertingkat 2.

Ukuran masing-masing kamar lebih besar karena memang akan digunakan sebagai tempat buat induk kelinci untuk membesarkan anak-anaknya hingga usia sapih. Ukurannya yaitu 100cm x 60cm x 60cm, seperti pada gambar di bawah ini.

model kandang kelinci baterai bertingkat 2

Disamping kedua model kandang Baterei tersebut, Tabos Rabbit juga menggunakan satu lagi model kandang kelinci Bateri bertingkat 3 yang mempunyai ukuran kamar lebih kecil, yaitu 45cm x 60cm x 45cm. Kandang ini digunakan sebagai tempat untuk pertumbuhan anak kelinci yang baru lepas sapih.

Selamat berkreasi untuk membuat kandang bagi kelinci-kelinci kesayangan anda!

NB:
  • Dapatkan Panduan Lengkap cara menentukan tujuan berternak yang baik dan benar, cara menentukan kandang yang dipakai, sistem pemeliharaan, dll... secara GRATIS >> Klik Disini


Penyakit Scabies Atau Kudis Pada Kelinci

Penyakit kudis adalah yang lumayan paling sering menyerang kelinci, khususnya yang dipelihara di tanah atau kandang postal. Penyebab dari penyakit kudis ini adalah kutu (sarcoptes scabie) yang masuk ke dalam kulit dengan cara merusak lapisan kulit bagian atas.

Hal itu akan menyebabkan infeksi kulit dengan ciri-ciri... kulit kelinci berwarna kemerah-merahan, bulu rontok, dan gatal-gatal yang sangat pada kelinci. Pertama-tama akan menyerang bagian kepala, lalu menjalar ke mata, hidung, kaki, hingga akhirnya ke seluruh tubuh.

scabies atau kudis pada kelinci

Pencegahan scabies adalah dengan rajin membersihkan kandang kelinci dan rutin menyemprot kandang menggunakan disinfektan (Asuntal, Neguvan, dll). Kandang yang pernah dihuni oleh kelinci yang terkena kudis harus dibersihkan dan disemprot dengan cermat, serta dibiarkan kosong kurang lebih selama 2 minggu - sebelum digunakan kembali.



Cara Mengobati Kudis Pada Kelinci

Cara pengobatan kelinci yang terkena penyakit kudis dapat dengan menyuntikan obat kutu diantara kulit dan daging (ini apabila penyakitnya belum parah). Obat buat injeksi ada banyak macam dan dapat dicari di toko peternakan atau pertanian.

Apabila kudis yang dialami kelinci sudah agak parah... maka sebaiknya lukanya segera dicuci dengan air hangat hingga bersih, dilap, setelah itu luka diolesi dengan obat kudis. Dapat dioles dengan salep belerang atau bedak gatal untuk manusia yang dicampur minyak tanah terlebih dahulu.

Lakukan pengobatan setiap 2 hari sekali.

Perhatikan!
  • Penyakit ini dapat menular ke manusia.
  • Gunakan sarung tangan saat melakukan pengobatan.
  • Cucilah tangan menggunakan sabun hingga bersih setelah melakukan pengobatan.

Saat ini sudah sangat mudah untuk mengobati penyakit scabies atau kudis yang menyerang kelinci. Obat-obat injeksi yang dijual bebas di toko-toko pertanian/peternakan rata-rata sangat mujarab untuk mengatasinya.


Makanan Alternatif Pengganti Pelet Kelinci

Sebenarnya pellet khusus untuk kelinci saat ini sudah mudah didapatkan, baik itu yang produksi asli anak bangsa maupun produksi luar negeri. Harganya juga bermacam-macam tergantung dari kualitas kandungan bahan-bahan pembuat pelet tersebut, antara Rp.7.000,- hingga Rp.25.000,- per kilogram.

Bagi para penghobi yang koleksi kelincinya hanya 1 hingga 3 ekor tentu harga pellet segini tidak terlalu jadi persoalan. Namun buat yang mempunyai koleksi 5 hingga puluhan atau ratusan ekor, tentu perlu memikirkan alternatif lain kalau tidak ingin mengeluarkan biaya besar setiap bulannya.

polard alternatif pelet kelinci

Dalam postingan terdahulu saya sudah menyampaikan tentang jenis-jenis pelet alternatif yang dapat diberikan ke kelinci. Tapi ternyata itu belum cukup menjelaskan, karena banyak para penghobi yang mengirim sms atau e-mail kepada saya. Mereka menanyakan bagaimana cara memberikannya kepada kelinci-kelinci kesayangan mereka.

Nah, mudah-mudahan postingan ini dapat menjawab pertanyaan teman-teman tersebut dan para pencinta kelinci yang lain.



Di Tabos Rabbit - sebelum menggunakan Tabos Rabbit Food - dulu biasanya saya hanya menggunakan campuran PAP dan Polar (Pollard) sebagai alternatif pelet untuk kelinci-kelinci di peternakan kecil saya.

PAP adalah pellet yang biasanya diberikan kepada anak sapi. Sangat bagus karena mengandung biji-bijian yang mempunyai protein tinggi. Sedangkan Pollard adalah dedak gandum halus. Kedua bahan ini sangat mudah didapatkan di toko pertanian atau peternakan - dan yang pasti harganya lebih murah ketimbang pelet-pelet khusus kelinci yang ada.

Perbandingan yang pas (berdasarkan uji coba dan pengamatan di Tabos Rabbit) untuk mencampurkan kedua bahan tersebut adalah 1 (PAP) : 3 (Polar).

Cara Mencampur dan Menyajikan

  • PAP disiram dengan air panas (jangan terlalu banyak, cukup hingga mengembang saja).
  • Kemudian masukan Polar sedikit-sedikit sambil diaduk-aduk hingga rata.
  • Campuran siap diberikan ke kelinci-kelinci kesayangan anda.

Sebagai tambahan, untuk kelinci-kelinci ras besar anda dapat mencampurkan Gemuk A (untuk merangsang pertumbuhan) dengan PAP. Perbandingannya 1 : 1. Kemudian campuran ini dicampur dengan Polar dengan perbandingan dan cara yang sama seperti diatas. Selamat mencoba menggunakan alternatif pengganti pelet kelinci ini!


Penyakit

More »

Pemeliharaan

More »